Charles Chaplin. Mungkin sebagia orang lebih mengenalnya dengan nama Charlie Chaplin. Legenda film bisu ini telah menelurkan berbagai karya yang tidak akan perna dilupakan oleh para penggemarnya. Salah satuya adalah karya terbaik sang maestro, City Light. Film yang dirilis pada 7 Maret 1931 ini mampu menghipnotis penggemar film bisu.
Di sini Chaplin kembali berperan sebagai Si Gelandangan, wakil dari sosok yang terpinggirkan. Ia berteman dengan orang-orang yang tidak (dapat) melihatnya: milyuner mabuk yang saat sadar tidak mengenalinya lagi, dan gadis buta penjual bunga. Ia membangkitkan harapan: bahwa bagaimanapun hidup ini layak dijalani Ia menyelamatkan milyuner itu dari beberapa usaha bunuh diri. Ia juga berusaha mati-matian mencari uang, antara lain dengan mengikuti pertandingan tinju-bayaran, untuk menolong si gadis menjalani operasimata.
Dengan uang dari Si Gelandangan, gadis itu bukan hanya mengalami kesembuhan, namun juga bisa membuka toko bunga. Si Gelandangan malah masuk penjara karena secara keliru dituduh melakukan perampokan. Chaplin juga menawarkan kejutan melalui detil-detil yang tergarap rapi. Ketika Si Gelandangan mengantar gadis itu pulang, misalnya, ada kucing bergelung di jendela. Ternyata kemudiankucing ini "difungsikan" untuk menyenggol pot, sehingga jatuh menimpa Si Gelandangan.
Film ini ditutup dengan adegan amat menyentuh. Sekeluarnya dari penjara, dalam keadaan compang-camping, diejek anak-anak nakal, ia berdiri di depan toko si gadis. Melihatnya, gadis itu tertawa geli, menawarinya uang, dan memberinya bunga. Ketika menyentuhnya, barulah gadis itu sadar,
gelandangan inilah, bukan seorang milyuner seperti yang dibayangkannya, dermawan penolongnya.






Rekomendasikan Halaman Ini Ke Teman Dong