Film bertema fantasi memang tidak ada habisnya. Terbukti, Lord of The Rings ini mampu membuat para penggemarnya menunggu sekuel keduanya. Ya, sekuel kedua kisah fantasi ini dirilis pada tahun 2002, dengan seri The Two Towers. Sang sutradara, Peter Jackson, masih mempertahankan ciri khas dari sekuel sebelumnya, yaitu dunia fantasi.
Pada sekuel kedua ini, dikisahkan bahwa Frodo dan Sam menjadi lebih dekat dengan Mordo atas bantuan si licik Gollum. Persahabatan yang terpecah ini, memunculkan kubu-kubu tersendiri yang saling bermusuhan. Kubu Saruman dan rivalnya, kelompok dari Isengard. Tanpa disangka, kekuatan Sauron meningkat. Begitu juga dengan rivalnya, allies yang mengalami perkembangan. Di sisi lain, Legolas dan Gimli telah bergabung dengan Rohan, sebuah bangsa manusia yang dipimpin oleh seorang raja yang telah menua, Theoden. Tapi ternyata, telah muncul menara yang terletak antara Mordor dan Isengard, yaitu Barad-Durdan Orhanc telah bersatu mempersiakan diri untuk menghancurkan dunia. Ini jelas merupakan masalah serius bagi Middle Earth.
Penyihir jahat Saruman juga telah merencanakan penghancuran dunia serta Middle Earth. Saruman tidak sendiri, karena ia dibantu oleh kekuatan penguasa kegelapan, Dark Lord Sauron, dan asistennya Grima Wormtongue. Hal lain juga terjadi tanpa terduga. Gandalf the White yang semula dianggap telah tewas ternyata bangkit kembali guna memimpin pasukan perlawanan terhadap kekuata jahat Sauron. Menonton film ini, kita seakan-akan berada dalam dunia fantasi yang diciptakan oleh sang sutradara. Hal ini didukung oleh penyajian gambar yang mempesona serta kelihaian parapemeran.







Rekomendasikan Halaman Ini Ke Teman Dong