Film Hauru no Ugoku Shiro lebih cenderung simpel dan lebih straightforward ketimbang film-film Hayao Miyazaki lainnya yang dibumbui metafora-metafora mendalam. Film ini lebih berupa petualangan visual fantastik, ketimbang simbolik.
Film Hauru no Ugoku Shiro menceritakan tentang seseorang yang bernama Sophie, Sophie bekerja sebagai pembuat topi-topi cantik. Sebenarnya Sophie gadis yang cantik. Hanya saja Sophie sendiri lah yang tidak pernah merasa cantik. Kecantikkannya selalu dia tutupi dengan menggunakan topi erat-erat. Di perjalanan pulang seusai bekerja, secara kebetulan Sophie terseret masalah bersama Howl, seorang penyihir tampan misterius.
Keadaan tersebut membuat murka Witch of Waste (Penyihir Limbah) yang malamnya mendatangi Sophie untuk memberi kutukan. Karena kutukan tersebut, tubuh muda Sophie mendadak berubah menjadi sosok nenek-nenek tua renta. Panik dengan keadaannya, Sophie memutuskan untuk pergi. Sampai akhirnya Sophie tiba di istana bergerak milik Howl.
Seorang yang bernama Howl juga sangat sensitif dengan penampian fisiknya, Howl langsung depresi ketika mendapati warna rambutnya tidak seperti yang ia maui. Howl berubah menjadi burung besar raksasa tiap kali maju ke medang perang. Tiap kali berubah menjadi burung besar, di saat itu juga Howl bertarung mempertahankan kemanusiaan di dalam dirinya.
Sosok seorang Witch of Waste, yang mulanya ditampilkan sebagai sosok kejam, licik, dan tengik, malah menjadi sosok lembut dan hangat ketika kembali ke wujudnya yang sebenarnya (sekalipun masih terlihat kalau beliau terobsesi dengan kecantikan dan keindahan). Baik dan buruk dibiaskan di film ini, termasuk juga Calcifer yang notabene seorang setan.







Rekomendasikan Halaman Ini Ke Teman Dong