Film Crouching Tiger Hidden Dragon adalah film wuxia-seni bela diri tahun 2000. Film ini disutradarai oleh Ang Lee dan menampilkan sebuah pemain internasional di aktor etnis Cina, termasuk Chow Yun Fat, Michelle Yeoh, Zhang Ziyi, dan Chang Chen. Film ini didasarkan pada novel keempat dalam pentalogi, dikenal di Cina sebagai Crane Iron Pentalogy, oleh novelis wuxia Wang
Film Crouching Tiger, Hidden Dragon bercerita tentang adanya sebuah pedang pusaka milik seorang pria bernama Li Mu Bai (yang diperankan oleh Chow Yun-fat) yang berniat pensiun dari dunia persilatan. Pria ini mengunjungi temannya Yu Shu Lien (yang diperankan oleh Michelle Yeoh), yang diam-diam jatuh cinta pada Li Mu Bai (begitu juga sebaliknya), untuk meminta tolong menyerahkan pedang pusaka tersebut pada teman lama (Sihung Lung).
Yu Shu Lien pun menjalankan amanahnya. Sayangnya, suatu malam, pedang tersebut dicuri oleh seorang pendekar wanita bertopeng. Yu Shu Lien mencurigai wanita bertopeng tersebut adalah Jen (yang diperankan oleh Zhang Ziyi), putri pejabat yang mengidolakan dirinya. Yu Shu Lien mencoba mendapatkan kembali pedang tersebut dengan caranya sendiri.
Seorang Yu Shu Lien yang memiliki usaha perdagangan pun sebenarnya memiliki perasaan sama kepada Li Mu Bai. Seperti halnya abang seperguruannya, Yu Shu Lien pun memendam rasa cintanya. Walau sempat terkejut dengan pengunduran dari Li Mu Bai, toh timbul sepercik harapan bagi Yu Shu Lien bahwa Li Mu Bai tidak akan sekadar menganggapnya sebagai adik belaka, melainkan sebagai wanita yang mendampinginya seumur hidup. Apalagi mereka sudah tidak muda lagi. Di sisi lain ketika pedang sakti Green Destiny itu dipamerkan Sir Te kepada kawannya, Gubernur Yu yang menguasai wilayah tempat tinggal Sir Te dan Yu Shu Lien, Yu Jen (yang diperankan oleh Zhang Ziyi) putri sang gunernur itu pun menyaksikannya.
Yang paling menarik dari film Crouching Tiger, Hidden Dragon adalah koreografi adegan-adegan berkelahinya (tentu saja hal ini lah yang dicari dalam film-film tentang seni beladiri). Adegan-adegan perkelahian di film ini didesain seindah dan semenawan mungkin. Tentu adegan-adegan seperti melompat dari atap ke atap lain dengan gampangnya, perkelahian di kerumunan pohon-pohon bambu, berlarian di dinding bukan lah hal baru dalam film-film kolosal Cina.







Rekomendasikan Halaman Ini Ke Teman Dong