Film Mountain Patrol ini di awali dengan sebuah cerita yang berisi adegan perburuan Antelop di dataran Kekexili, Tibet yang kemudian berlanjut pembunuhan seorang patroli gunung. Patroli Gunung tersebut adalah kelompok relawan yang berusaha untuk menjaga habitat Antelop Tibet. Berita kematian penjaga gunung telah mengundang perhatian salah satu surat kabar di Beijing yang mengirimkan seorang wartawannya.
Diawal dari sebuah daerah pegunungan yang bernama Kekexili, dan di sebuah dataran di Tibet yang berada di ketinggian 4.700 m dpl (ketinggian dari permukaan laut) dan merupakan satu-satunya daerah yang menjadi tempat hidup Antelop Tibet. Dan pada tahun 1983, sekelompok para pemburu mulai memburu antelop Tibet. Mereka mengambil bulu Antelop Tibet sebagai bahan wol yang harganya sangat mahal di pasaran luar negeri. Hanya dalam beberapa tahun, populasi Antelop tibet turun drastis. Dari satu juta ekor menjadi tidak lebih sepuluh ribu ekor. Perlahan tapi pasti, antelop tibet menuju kepunahan.
Cerita Film ini sendiri diangkat dari sebuah kisah nyata Patroli Gunung Kekexili (Kekexili Mountain Patrol), kelompok sukarelawan yang mencoba menjaga kawasan liar Kekexili. Kelompok sukarelawan tersebut dibentuk oleh Ritai pada tahun 1993 harus berhadapan dengan para pemburu Antelop Tibet. Saat itu, Kekexili belum menjadi kawasan cagar alam. Ritai dan kelompoknya berusaha untuk memperjuangkan Daerah pengunungan Kekexili sebagai kawasan konversasi alam bagi habitat hidup antelop tibet.
Film ini sendiri dimulai dari seorang wartawan yang bernama Ga Yu, Seorang wartawan dari Beijing kemudian ditugaskan untuk meliput sepak terjang dari kelompok ini. Pada awalnya, kedatangan Ga Yu di sambut dingin oleh Ritai. Namun sikap tersebut berubah saat Ga Yu dapat meyakinkan bahwa dia akan membantu perjuangan Patroli Gunung untuk mendapatkan status cagar alam bagi Kekexili.
Dan Kejadian yang menarik yaitu pada 1 November 1996, para patroli gunung bersama Ga Yu berangkat menuju dataran Kekexili untuk melakukan patroli rutin. Dengan membawa persenjataan dan perbekalan, mereka berangkat dengan rasa haru. Setiap keberangkatan patroli gunung, dianggap sebagai titik perpisahan setiap orang dalam kelompok tersebut, baik itu dengan keluarga maupun anggota lainnya. Kematian adalah taruhan bagi setiap orang tergabung dalam patroli gunung.







Rekomendasikan Halaman Ini Ke Teman Dong