Film City Of Life And Death bercerita tentang sebuah kota Nanking berada dalam kepungan tentara Jepang. Sepertinya ibukota China ini sudah tak punya harapan lagi.
Film City Of Life And Death adalah salah satu film tentang dramatisasi penaklukan kota Nanking pada tahun 1937. Pada saat itu kota Beijing dan kota Shanghai telah runtuh dan berada di bawah kekuasaan pemerintahan Jepang. Jika Kota Nanking runtuh maka tak ada harapan lagi. Dan dalam hal ini ada seorang yang bernama Lu Jianxiong (yang diperankan oleh Liu Ye) dan beberapa tentara China yang lain masih berusaha bertahan meski mereka kalah persenjataan.
Di saat yang bersamaan, Seorang yang bernama Mr. Tang (yang diperankan oleh Fan Wei) yakin kalau ia bakal selamat dari tentara Jepang kalau ia berhasil masuk zona aman internasional.Di antara penghuni kota Nanking juga ada seorang guru wanita bernama Jiang Shuyun (yang diperankan oleh Gao Yuanyuan) yang mati-matian berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin orang. Saat seorang Lu Jianxiong sudah tak bisa lagi mempertahankan Nanking, korban nyawa makin berjatuhan. Saat semuanya berakhir, tak kurang dari 300 ribu nyawa melayang akibat kekejaman dari tentara Jepang.
Dari cerita tersebut berpindah ke tim dari John Rabe dan sekretarisnya Mr Tang. Mereka mengelola sebuah wilayah Nanking International Safety Zone. John Rabe sendiri adalah seorang tokoh nyata dalam peristiwa Nanking. Pebisnis ini berkebangsaan Nazi Jerman dan memanfaatkan hubungan sekutu Jerman dan Jepang untuk melindungi para pengungsi. Ternyata status dari seorang John Rabe tidak terlalu berpengaruh, karena yang terjadi berikutnya sungguh peristiwa yang mengejutkan.
Beberapa peristiwa yang mengejutkan diantaranya adalah dari tentara Jepang dengan leluasa masuk barak pengungsi dan memperkosa para pengungsi perempuan. Kemudian diberikan sebuah peraturan untuk memotong rambut pendek pada semua wanita untuk menghindari pemerkosaan. Dalam bebrapa adegan lainnya, seorang Mr Tang yang sudah menjalin kerjasama dengan Jepang dengan membocorkan posisi tentara Cina dan diberikan imunitas, malah harus kehilangan anaknya (dibunuh dengan cara dibuang dari lantai atas) dan adik iparnya dibawa tentara Jepang untuk dijadikan Jugun Ianfu.
Tim dari John Rabe termasuk diantaranya adalah seorang yang bernam Minnie Vautrin (ini juga tokoh nyata) meminta kesedian 100 wanita secara sukarela untuk menjadi wanita penghibur selama 3 hari dengan imbalan kesejahteraan bagi para pengungsi. Yang terjadi berikutnya juga mengerikan, tidak lebih dari 10 orang saja yang bisa kembali selamat dengan kondisi sakit mental. Sisanya mati akibat diperkosa secara terus menerus oleh tentara Jepang ato dieksekusi (diantara adik ipar Mr Tang). Secara keseluruhan film ini bercerita tentang kisah nyata yang terjadi di Nanjing tahun 1937.







Rekomendasikan Halaman Ini Ke Teman Dong